yoh

p3m

there

Tak Semuanya Tertawa Itu Sehat

14Nov2015

smile

Tertawa itu sehat, demikian slogan yang diberikan oleh para ahli bidang kejiwaan, memang jika kita tertawa lepas, maka beban hidup yang menghimpit hidup kita seakan akan lepas tuntas, tidak lagi menjadi beban, kita bisa menertawakan diri sendiri, bisa melihat kekonyolan orang lain. Bahkan slogan “tertawa itu sehat” sering disalahgunakan oleh oknum tertentu. Sebagai contoh, merokok itu mengurangi hidup setiap lima menit dalam satu hari, namun tertawa bisa menambah panjang usia satu hari, kalau begitu merokoklah dengan tertawa. Anda lumayan menambah 23 jam 55 menit setiap melakukan “merokok dan tertawa”. Dari pada anda merokok dengan tegang, takut ketahuan, takut dijewer ibu atau bapak anda karena masih belia sudah berani merokok, maka rokok akan menjadi benar benar mengurangi hidup anda tidak cuma lima menit tapi satu hari.

Tertawa itu seperti obat untuk penyakit, obat ada dosisnya, kalau anda kebanyakan obat bukannya malah sembuh, malah akan terjadi komplikasi penyakit baru, yaitu penyakit overdosis, akibatnya anda tidak akan sembuh, tidak akan bisa tertawa lagi sementara, kecuali tawa yang dipaksakan, tertawa kalau dipaksakan justru malah merusak emosi, tertawa itu lepas beban, bukan tertawa dibuat buat kecuali dalam akting film, tertawa model beginian memang dibuat buat, dikondisikan, walaupun tidak lucu pun seorang pemeran harus bisa tertawa lepas. Kesannya jadi aneh, tidak lucu kok tertawa.

Demikian pula dengan tertawa, ada dosisnya, jika anda tertawa terus menerus tanpa sebab, kayaknya ada masalah dengan syaraf anda, dalam bahasa sarkastis disebut sebagai orang gila, wong edan, wong gendheng, orang geblek, otak miring, lagi sinting, gendheng, atau bahasa yang lain bisa disebut sebagai orang tidak normal, sedang kumat.

Walaupun tertawa itu sehat namun tidak semuanya tertawa itu menyehatkan, ada tertawa yang membuat orang lain membencinya, sebagai contoh menertawakan orang lain, ini merupakan tertawa yang tidak sehat, tertawa yang membuat masalah. Walaupun tertawa itu sehat tetap ada dosisnya, ada tempatnya, ada porsinya, tidak bisa anda tertawa seenak perutnya kecuali anda penghuni rumah sakit jiwa, kalau benar silakan anda tertawa sepanjang waktu. Kadang kita melihat orang lain yang sedang bingung, kita tertawakan, ya untung kalau orang tersebut lemah, kalau orang preman ditertawakan, nyawa taruhan anda.

Jadi tertawa ada batasannya, ada koridornya, tidak bisa kita asal tertawa walaupun menurut kita itu lucu, belum tentu. Mungkin kekonyolan yang tidak disadari oleh orang tersebut, kita bukannya menertawakan, yang lebih tepat mengingatkan, secara prinsipal bahkan nurani tak satupun di dunia ini orang mau ditertawakan, karena begitu seseorang ditertawakan berarti ada yang tidak beres, tidak harus “tidak beres otaknya”. Jadi so, tertawa tidak selamanya menyehatkan, kadang tertawa bisa menjadi masalah jika kita tidak tahu kondisi dan situasi. Tidak semua hal hal yang lucu perlu kita tertawakan. Lucu menurut kita belum tentu menurut orang lain, alih alih menertawakan malah menjadi permasalahan yang menjerumuskan anda dalam kubangan kebingungan tak berkesudahan. Selamat mawas diri !

Add comment


Security code
Refresh