Benchmark Zenfone 2 Laser ZE500KG Quadcore Prosesor Qualcomm Snapdragon

23Nov2015

Asus untuk ranah smartphone selama ini identik dengan prosesor Intel Atom. Jajaran basis gadget dari vendor Asus memang flagshipnya menggunakan prosesor Intel Atom walau ada juga produk Asus seperti Padfone yang menggunakan prosesor non Intel.

Namun kali ini Asus mulai keluar dari pakem dengan mengeluarkan produk berbasis Qualcomm Snapdragon. Sebelum masuk yang lebih dalam kita simak dari kode ZE500KG yang artinya secara gampang adalah Zenfone 2 dengan layar 5 inch dan prosesor jenis Krait dan mendukung layanan 3G. Krait adalah keluagra chipset keluaran Qualcomm. Dalam Asus Zenfone 2 Laser ZE500KG dibenamkan chipset Qualcomm MSM8916 Snapdragon 410 dan prosesor bertenaga Quad-core dengan clock 1.2 GHz Cortex-A53. Untuk sisi desain grafis Asus Zenfone 2 Laser ZE500KG dibenamkan prosesor grafis dari Adreno 306.


Bagaimana sih caranya benchmark ? banyak orang bertanya demikian, sebenarnya benchmark tidak susah, lebih enak benchmark diadu dengan gadget lain bahkan merk lain, kemudian hasilnya dibandingkan dari sisi skor dan harga masing masing gadget. Unggul mana skornya dari sisi multitask, runtime, single thread dan lain lain. Untuk Zenfone 2 laser kali ini mendapatkan lawan dari Asus Fonepad 8, lawan ini sengaja dipilih karena sama sama menggunakan prosesor Quad core, bedanya Zenfone 2 laser menggunakan chipset Qualcomm sedangkan fonepad 8 menggunakan intel Atom, clock speednya juga tidak jauh beda antara qualcomm 1.2 GHz dan Intel Atom 1.33 GHz. Kedua harganya juga masih mentereng dengan Fonepad 8 yang kini bertengger di Rp 2,3an juta, dengan harga awal luanching Rp 2.699.000, yang membedakan bentang layarnya, Fonepad 8 jumbo dengan 8 inch namun bisa juga dipakai untuk calling, terserah anggapan orang menelpon dengan fonepad seperti menggunakan wajan

Test Antutu

Hasil test ternyata prosesor Intel Atom lebih unggul, terlihat dari skor yang yang didapat yang rata jauh, Intel Atom di Fonepad 8 unggul segalanya, hanya kalah di Storage I/O.


Dari sisi multitask intel Atom skornya sangat tinggi 3672 dan Qualcomm hanya 3445, biasanya menurut banyak orang Intel Atom semua prosesornya bekerja semua, sedangkan Qualcomm berbeda caranya dengan menggunakan teknik jika proseor pertama kelebihan beban maka disalurkan ke prosesor berikutnya, sedang Intel bebannya dibagi ke semua prosesor, mungkin dari sisi ini mengapa Intel Atom lebih panas

Itu juga didukung dengan data CPU Integer dan floating pointnya Intel Atom, 2546 dan 2635 dibanding Qualcomm yang hanya 1844 dan 1936.

Qualcomm cukup unggul juga untuk single thread integer 1249 (Intel Atom 1202) dan single therad float point 1197 (Intel Atom 1362). Untuk RAM operation dan speed Intel Atom tetep masih unggul dari Qualcomm dan skornya juga cukup telak, Intel Atom 1874/12511 sedangkan Qualcomm hanya 1564/1574

Kemudian untuk urusan gradic 2D dan 3D Fonepad 8 yang mengusung layar 8 inch ternyata lebih unggul jauh. Intel Atom 1653/12913 (dengan ukuran 1280x800), sedangkan Qualcomm hanya 1022/3830 (dengan ukuran 1280x720)

Untuk urusan berkaitan dengan storage I/O Qualcomm lebih unggul skornya 17210 Intel Atom 1314 dan database IO Qualcomm 675 dan intel Atom 685. Untuk membuktikan ini dicoba melakukan transfer data ke kedua gadget untuk membuktikan lebih banteran mana prosesor menerima beban file. Secara simple saja kita akan gunakan aplikasi Shareit keluar Lenovo, beban yang akan ditransfer 1 file sebesar 263 MB dan 144 MB secara simultan penggunaan tranfser semunya berbasis wireless dengan wifi router yang tidak terbebani dengan jaringan, artinya wifi router TPLink WR941ND hanya dipakai sebagai jembatan transfer data antara netbook ke gadget

Untuk testting pertama menggunakan satu file dengan hasil sebagai berikut :

Intel ternyata lebih unggul dalam transfer data tunggal, demikian pula dengan multiple file, sped transfer masih unggul Intel Atom, Qualcomm kalah terus, termyata besaran skor tidak menentukan keunggulan ketika melakukan fungsi tersebut, kemungkinan banyak faktor yang mempengaruhi. Ketika ditest secara benchmark hanya dibuat beban seperti diberikan file, namun ketika real transfer nilai waktu yang dihasilkan berbeda, ibarat Performance Rating AMD. Intel 2 GHz dilawankan dengan AMD 2300+ yang aslinya speed cuma 1,5 Ghz, artinya prosesos AMD dengan 1,5 GHz bisa berjalan seperti Intel di 3,2 GHz ? Bagaimana mungkin yang lambat bisa mneyalip lebih cepat ? mungkin seperti balapan moto gp, kecepatan bukan segalanya.


Pengukuran Suhu

Konon kabarnya Intel Atom itu panas, teori ini ada benarnya merujuk pada namun kebiasaan orang mengatakan intel atom panas, mengapa demikian karena cara kerja prosesor yang mempengaruhi, namun ada pula yang memakai intel atom mengatakan tidak panas, kemungkinan pemakai yang panas digunakan untuk game atau juga tidak melakukan update. Pada prinsipnya semua perangkat berbasis listrik mengalami panas, mari kita simak beban panas secara default ketika pertama dihidupkan dan kemudian diberikan benan, test menggunakan CPU-Z

 


 

Pada bagian suhu anda bisa menyimak bahwa rumor Intel Atom panas itu memang berlebih dibanding Qualcomm, panas tersebut merupakan pemakaian standart, namun kalau dipaksa dengan memainkan game yang sama saja tetap panas karena beban prosesor ikut bekerja sehingga mempengaruhi kondisi suhu, kemudian besaran batere juga mempengaruhi suhunya, panas tidaknya kembali ke pengguna, dan saya pribadi merasakan panas kadang kadang tergantung aplikasi yang digunakan dan disesuaikan dengan spesifikasi, kita tidak logis menggunakan spesifikasi rendah dipaksa kerja keras yang mengakibatkan smartphone cepat panas dan rusak. Perbandingan kali ini menggunakan Zenfone 6 A600CG

 

Page 3 of 5